Sinergi BRMP Bali dan Distan Karangasem Kawal Perluasan 185 Hektare Lahan Kopi
Karangasem, 10 Agustus 2026 – Upaya memperkuat modernisasi sektor perkebunan di Bali terus dilakukan melalui sinergi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali bersama Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sosialisasi dan koordinasi Program Perluasan Tanaman Kopi Tahun Anggaran 2026 yang menargetkan pengembangan lahan seluas 185 hektare.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Karangasem, Senin (10/8/2026), dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem Dr. Drs. I Made Sugiartha, M.Si., penyuluh pertanian lapangan (PPL), Tim Teknis BRMP Bali, serta pengurus dari 18 kelompok tani dan Subak Abian.
Program perluasan tanaman kopi tersebut didukung melalui dana APBN dan dilaksanakan pada sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem, meliputi Kecamatan Bebandem, Sidemen, Karangasem, Rendang, dan Selat.
Sosialisasi dan koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah daerah, BRMP Bali, penyuluh, kelompok tani, dan Subak Abian terkait pelaksanaan program di lapangan. Koordinasi tersebut juga menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi petani.
Dalam pelaksanaannya, BRMP Bali berperan dalam memberikan pengawalan dan pendampingan teknologi modern pada pengembangan tanaman kopi. Pendampingan mencakup berbagai tahapan, mulai dari penyiapan lahan, pemilihan bahan tanam unggul, penerapan teknologi budidaya, hingga pemanfaatan mekanisasi pertanian sesuai kebutuhan di lapangan.
Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan mutu hasil kopi sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pasar. Dengan pengelolaan lahan yang lebih optimal dan penerapan teknologi yang tepat, pengembangan kopi di Karangasem diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan program. Kolaborasi antara pemerintah daerah, BRMP Bali, penyuluh, kelompok tani, dan Subak Abian diperlukan agar program perluasan tanaman kopi dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, pengembangan komoditas kopi di Karangasem diharapkan tidak hanya memperluas areal tanam, tetapi juga mendorong terwujudnya perkebunan yang produktif, modern, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
(Ifti & tim)